Ketika Hidup Terasa di Luar Kendali
Ada kalimat yang begitu sederhana namun penuh kuasa dalam Yohanes 6:6:
“Tetapi hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya.”
Ayat ini muncul di tengah kisah yang sangat terkenal — ketika Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima roti dan dua ikan. Ribuan orang mengikuti-Nya ke tempat sunyi, mendengarkan pengajaran-Nya dengan penuh perhatian. Namun setelah berjam-jam, Yesus menyadari bahwa orang banyak itu lapar. Tidak ada toko roti, tidak ada pasar, tidak ada bekal yang cukup. Dan di tengah situasi yang tampaknya mustahil, Yesus menoleh kepada murid-murid-Nya dan bertanya:
“Di manakah kita akan membeli roti supaya mereka ini dapat makan?”
Namun Alkitab mencatat bahwa pertanyaan itu bukanlah karena Yesus bingung atau tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ia sengaja menguji mereka, sebab Ia sendiri tahu apa yang akan dilakukan-Nya.
1. Saat Kita Tidak Tahu, Ia Tetap Tahu
Inilah inti dari iman sejati: kita tidak harus tahu segalanya, karena Tuhan sudah tahu semuanya. Murid-murid melihat ribuan orang, perut lapar, sumber daya minim, dan tantangan besar. Namun Yesus melihat kesempatan untuk menyatakan kuasa dan kasih-Nya.
Berapa kali dalam hidup kita mengalami situasi serupa?
Kita menatap angka di rekening bank yang tak cukup, laporan medis yang menakutkan, anak-anak yang sedang menjauh, atau masa depan yang terasa buram. Kita sering kali seperti Filipus—melihat masalah besar dan menghitung kekurangan kita. Tetapi Yesus tidak panik. Ia tidak pernah ragu. Sebab sejak awal, Ia tahu apa yang hendak dilakukan-Nya.
2. Ujian Iman: Ketika Tuhan Diam
Ada masa dalam hidup ketika Tuhan terasa diam. Doa seolah tidak menembus langit. Jawaban tidak kunjung datang. Namun diamnya Tuhan bukan tanda Ia tidak peduli — melainkan cara-Nya menguji dan membentuk kepercayaan kita.
Tuhan ingin melihat apakah kita masih percaya ketika kita tidak mengerti. Ia ingin tahu apakah kita masih memuji-Nya di tengah ketidakpastian. Iman sejati tidak hanya muncul saat mujizat terlihat, tetapi ketika kita tetap percaya meski belum tahu jalan keluar.
Ia tahu apa yang Ia lakukan, bahkan sebelum kita masuk ke dalam masalah itu. Ia sudah punya rencana ketika kita masih kebingungan mencari arah.
3. Ia Tahu Keadaan Kita
Dalam Injil, sering kali kita membaca: “Yesus tahu.”
Ia tahu pikiran orang Farisi. Ia tahu penderitaan orang sakit di kolam Betesda. Ia tahu siapa yang akan mengkhianati-Nya. Ia tahu segala sesuatu.
Artinya: Tuhan tidak hanya tahu hal besar seperti sejarah dunia, tetapi juga hal kecil yang menyangkut hidup kita — rasa cemasmu, air matamu malam tadi, perjuanganmu yang tak terlihat. Tidak ada yang luput dari perhatian-Nya.
Musuh mungkin berbisik bahwa Tuhan sudah lupa tentangmu. Tapi ayat ini menegaskan: Ia tahu. Ia tahu sudah berapa lama engkau menunggu. Ia tahu apa yang hilang dari hidupmu. Dan yang terpenting, Ia tahu apa yang akan Ia lakukan.
4. Tuhan Tidak Pernah Kaget
Kisah Ayub adalah bukti besar dari kebenaran ini. Ayub kehilangan segalanya — harta, anak, kesehatan, dan pengharapan. Ia tidak tahu bahwa di balik layar, ada percakapan antara Tuhan dan Iblis yang menguji imannya. Ayub tidak tahu, tapi Tuhan tahu.
Ketika Ayub menangis dan bertanya “Mengapa?”, Tuhan tetap diam — bukan karena Ia tak peduli, tetapi karena Ia sedang mengerjakan sesuatu yang jauh lebih besar dari yang bisa dimengerti manusia.
Dan di akhir kisah, Tuhan memulihkan Ayub dua kali lipat dari sebelumnya.
Mungkin engkau sedang seperti Ayub: tidak mengerti, tidak mendengar, dan tidak tahu harus apa. Tetapi Tuhan tahu. Ia tidak pernah kaget dengan penderitaanmu. Ia tidak pernah bingung dengan kekacauan hidupmu. Ia sudah lebih dulu menyiapkan rencana pemulihan.
5. Tuhan Bekerja di Balik Layar
Dalam setiap kisah besar Alkitab, ada pola yang sama: manusia tidak tahu, tapi Tuhan tahu.
-
Yusuf dilempar ke dalam sumur, dijual sebagai budak, dipenjara karena fitnah. Ia tidak tahu bahwa melalui semua itu, Tuhan sedang menyiapkan posisinya sebagai penyelamat keluarganya dan bangsa-bangsa.
-
Abraham tidak tahu kemana ia harus pergi, hanya diperintahkan berjalan “ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu”. Tapi Tuhan tahu bahwa dari langkah imannya, akan lahir bangsa besar.
-
Daud tidak tahu bahwa tanah yang ia beli untuk mempersembahkan korban — tanah tempat Tuhan menghentikan tulah — akan menjadi lokasi Bait Allah di masa depan.
Tidak ada kebetulan dalam rencana Tuhan. Ia menenun setiap detail hidup kita dengan tujuan ilahi yang sempurna.
6. Ketika Kita Tak Mengerti, Tetap Percaya
Mungkin hari ini engkau berkata, “Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.”
Itu tidak apa-apa. Engkau tidak harus tahu.
Karena Tuhan tahu.
Percayalah bahwa Ia tidak sedang melawanmu. Ia tidak sedang menghukummu.
Yeremia 29:11 berkata:
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Ketika engkau tidak tahu, percayalah kepada Dia yang tahu.
Ketika engkau tidak mengerti jalan-Nya, pegang tangan-Nya.
Ketika engkau merasa sendirian, tetap berbicara kepada-Nya, tetap berjalan bersama-Nya, tetap menyembah dan mempercayai-Nya.
7. Iman yang Menenangkan Hati
Ketenangan sejati datang bukan karena semua masalah terselesaikan, tetapi karena kita tahu siapa yang memegang kendali.
Tuhan tidak perlu menjelaskan setiap langkah-Nya, karena Ia tidak sedang mencoba membingungkan kita, tetapi sedang membentuk kita.
Percayalah, bahkan dalam kebisuan-Nya, Ia sedang bekerja.
Bahkan di tengah badai, Ia masih berdaulat.
Dan bahkan ketika kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, kita bisa berkata dengan penuh keyakinan:
“Tuhan tahu apa yang akan Ia lakukan.”
Hidup ini tidak selalu bisa dijelaskan, tetapi selalu bisa dipercaya kepada Tuhan.
Ia tidak pernah kehilangan kendali atas apa pun.
Ia yang memelihara burung di udara dan bunga di padang, Ia juga memelihara hidupmu.
Jadi saat engkau tidak tahu jalan keluar, saat doa terasa menggantung, dan dunia tampak gelap — ingatlah satu hal yang pasti:
Ia tahu apa yang akan Ia lakukan.
Dan rencana-Nya selalu penuh kasih, damai, dan pengharapan.
Komentar
Posting Komentar