Selain Donatur Dilarang Ngatur? Ini Jawaban Iman yang Sejati

Di tengah zaman yang semakin modern, banyak perempuan bangkit dan menjadi mandiri secara finansial, bahkan tidak jarang menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Lalu muncul pernyataan populer di media sosial:

"Selain donatur, dilarang ngatur."

Kalimat ini terdengar jenaka dan mungkin mewakili jeritan hati sebagian perempuan. Namun, dalam terang iman Kristen, benarkah prinsip ini bisa diterapkan dalam pernikahan?

Pernikahan Bukan Kontrak Donasi, Tapi Perjanjian Kudus

Dalam iman Kristen, pernikahan bukan tentang siapa yang lebih banyak memberi secara materi, melainkan tentang kesatuan dalam Kristus.

Efesus 5:22-23 menyatakan,
"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan..."

Namun, ayat ini bukan berarti wanita menjadi lemah atau tak bersuara. Ini berbicara tentang tatanan ilahi, bukan soal siapa yang lebih kaya atau lebih berpengaruh.

Tuhanlah Donatur Sejati dalam Rumah Tangga

Kalimat yang sangat menohok dari Pendeta Debi Basyir dalam wawancara tersebut adalah:

“Ingat, donatur itu Tuhan, bukan suami, bukan laki-laki, bukan sugar daddy, bukan siapa-siapa — tapi Tuhan!”

Artinya, sumber berkat dan pemeliharaan rumah tangga bukan dari manusia, tapi dari Allah sendiri.
Jadi, baik suami maupun istri tidak perlu bersikap sombong karena merasa “lebih berperan” secara finansial. Semua adalah anugerah dari Tuhan.

Berkat Rumah Tangga Itu Hasil Kerja Sama, Bukan Kompetisi

Salah satu hal yang sering merusak keharmonisan rumah tangga adalah kesombongan terselubung, seperti:

  • “Kalau bukan karena saya kerja, kita enggak bisa hidup.”

  • “Saya yang bayarin semua, jadi saya juga yang atur.”

Pemikiran ini bukan hanya keliru, tapi juga merusak roh kesatuan dalam rumah tangga.

Pendeta Debi mengatakan:

“Kalau saya tidak menikah dengan suami saya, belum tentu saya seperti sekarang ini.”
“YouTube saya yang syuting dulu dia, yang edit dia. Jadi kalau saya berhasil, itu karena kami berdua.”

Kesuksesan satu pihak adalah buah kerja sama, bukan karena satu pihak "donatur".

Tunduk Dalam Kasih, Bukan Dalam Tekanan

Menundukkan diri dalam kekristenan bukan tunduk pada dompet, tapi tunduk dalam kasih dan hormat. Ini berlaku dua arah:

  • Istri menghormati dan tunduk kepada suami bukan karena uang, tapi karena panggilan Tuhan.

  • Suami mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat — mengorbankan diri, bukan menuntut hak.

Bahaya Jika Uang Menjadi Dasar Kepemimpinan

Jika peran kepala keluarga hanya diukur dari siapa yang paling banyak menghasilkan uang, maka rumah tangga berubah menjadi perusahaan, bukan perjanjian suci.
Ketika uang habis, apakah cinta dan hormat juga ikut habis?

Solusi Bijak untuk Zaman Modern

  1. Tegaskan kembali bahwa Tuhan adalah sumber segala berkat.

  2. Suami dan istri harus saling menghormati dan mengakui peran masing-masing.

  3. Bersyukurlah dalam setiap musim — baik suami yang lebih banyak memberi, maupun istri.

  4. Bangun komunikasi yang terbuka dan rendah hati.

Tuhan yang Atur, Bukan Donatur

Jadi, untuk menjawab:

“Kalau bukan donatur, gak bisa ngatur dong?”

Jawabannya adalah:
Dalam iman Kristen, hanya Tuhan yang pantas mengatur.
Baik suami maupun istri hanyalah pengelola berkat-Nya. Bukan soal siapa yang paling banyak memberi, tapi siapa yang paling taat dan setia dalam perannya.



Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup dalam Waktu Tuhan: Belajar Mengenali Kronos dan Kairos

Hidup Bagi Tuhan: Renungan dari Penderitaan Raja Hizkia

Diet yang Menyenangkan: Rahasia Langsing Tanpa Tersiksa