Mengikut Kristus: Panggilan untuk Menderita, Dimurnikan, dan Dimuliakan
Menjadi orang Kristen bukanlah jalan mulus penuh kenyamanan. Sebaliknya, mengikut Yesus adalah panggilan untuk memikul salib, untuk menderita, dimurnikan, dan dibentuk serupa dengan Dia.
Mengapa Kita Harus Menderita?
“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.”
— 2 Timotius 2:3
Tiga alasan mengapa penderitaan dalam Kristus itu penting:
-
Penderitaan adalah awal dari pemuliaan.
Yusuf, Musa, Habel, para nabi, bahkan Yesus — semuanya menderita terlebih dahulu sebelum dimuliakan. -
Penderitaan adalah proses pemurnian.
Seperti emas yang dibakar dalam api agar murni, demikian juga iman kita dimurnikan melalui pencobaan dan penderitaan. -
Penderitaan adalah jalan yang kudus.
Kristus menderita bukan karena Ia berdosa, tapi karena Ia mengasihi. Maka, kita pun dipanggil untuk turut menderita, bukan demi hukuman, tetapi demi pengudusan.
Injil yang Sejati Selalu Menyinggung
Jika Injil yang Anda dengar tidak pernah menyinggung atau menegur hidup Anda, berhati-hatilah. Injil bukan kabar yang membuat kita nyaman dalam dosa, tapi kabar yang menelanjangi dan menyembuhkan.
“Jika kamu mau menjadi serupa Kristus, kamu juga harus menanggung salib-Nya.”
Penyembahan yang Murni Dilahirkan dalam Kesakitan
-
Menyembah Tuhan saat bahagia itu biasa.
-
Menyembah Tuhan saat hancur dan berair mata — itulah penyembahan yang sejati.
Yesus menyembah Bapa saat Ia tergantung di kayu salib, dan berkata,
“Ya Bapa, ampunilah mereka...”
Maka, kita pun dipanggil untuk menyembah dalam kesakitan, karena di situlah kita disatukan dalam penderitaan Kristus.
Ikut Yesus Tidak Enak Secara Daging, Tapi Menyegarkan Jiwa
Jangan tertipu oleh penginjilan yang hanya menjanjikan kesuksesan, kekayaan, dan kenyamanan.
Yesus berkata:
“Pikul salibmu dan ikutlah Aku.”
Menderita di dalam Kristus bukan berarti menderita tanpa makna. Justru di dalam penderitaan:
-
Kita menemukan kerendahan hati.
-
Kita belajar meninggalkan hawa nafsu.
-
Kita diuji, apakah kita sungguh mengasihi Tuhan atau tidak.
Tolak Tawaran Dunia, Ambil Bagian dalam Kemurnian
Ketika dunia menawarkan kenyamanan yang menyesatkan, kita dipanggil untuk berkata: "Tidak!"
-
Mungkin itu artinya menolak relasi yang tidak seiman.
-
Mungkin itu artinya kehilangan jabatan, kesempatan, atau kesenangan.
Tapi, penolakan dunia adalah bukti kasih kita kepada Kristus.
“Berbahagialah kamu yang menderita karena Nama-Ku, karena kamu memiliki kerajaan surga.” — Matius 5:10
Berkat Terbesar Adalah Kemurnian Jiwa
Banyak orang berdoa: “Tuhan, berkati aku.”
Namun, berkat terbesar bukanlah materi, tetapi jiwa yang murni dan hati yang mengasihi Tuhan lebih dari segalanya.
“Maukah kamu mengecap kemuliaan-Nya, tanpa mengecap penderitaan-Nya?”
Maukah Kita Menderita Bersama Kristus?
Penderitaan bukan akhir, melainkan jalan menuju kemenangan kekal.
Jika Kristus saja rela menderita bagi kita, mengapa kita tidak rela menderita demi Dia?
Panggilan hari ini bukan untuk menyerah, melainkan untuk:
-
Berjalan dalam iman.
-
Bertahan dalam ujian.
-
Dimurnikan dalam pencobaan.
-
Setia sampai akhir.
"Karena itu, jadilah terang. Berilah terang. Pelita Injil harus menyentak jiwa-jiwa yang terlelap."
Komentar
Posting Komentar