Mengubah Arah Kebijakan Kesehatan: Dari Obat ke Perilaku Sehat

Kesehatan bukan hanya soal rumah sakit dan obat-obatan, tetapi bagaimana masyarakat memahami dan menjalankan pola hidup sehat sejak awal. Inilah benang merah dari obrolan inspiratif antara Prof. Rhenald Kasali dan mantan binaragawan serta pelatih kebugaran, I Gusti Agung Rai Kusuma Yuda (Ade Rai), dalam sebuah sesi diskusi ringan namun penuh makna.

Sehat Itu Tidak Menarik—Sampai Ia Hilang

Mayoritas masyarakat Indonesia masih memandang sehat sebagai sesuatu yang sekadar ada, bukan sesuatu yang dijaga. "Sehat baru terasa penting saat ia pergi," ujar Ade Rai. Hal ini tercermin dari data National Sport Development Index 2021 yang menyebut hanya 5,86% orang Indonesia tergolong bugar dan 32,83% aktif berolahraga.

Lebih mengejutkan lagi, 90% penyebab penyakit di tahun 2025 diprediksi berasal dari kelebihan (toxicities), bukan kekurangan (defisiensi) seperti zaman dulu. Inilah yang disebut sebagai penyakit akibat pola perilaku.

Akar Masalah: Gaya Hidup

Solusi jangka panjang bukanlah pada peningkatan fasilitas rumah sakit, tetapi mengajak masyarakat mengubah perilaku hidup. Ade Rai menyebutkan, pendekatan menuju sehat harus menyentuh tiga aspek utama:

  1. Apa yang kita makan: Termasuk pengaturan waktu makan (time management), jenis dan sumber makanan (dietary management), serta jumlah kalorinya (calorie management).

  2. Bagaimana kita bergerak: Latihan tidak hanya cardio, tapi juga resistance training untuk melatih otot rangka, yang berperan penting dalam menjaga metabolisme dan kestabilan gula darah.

  3. Bagaimana kita berpikir dan merespons emosi: Nafas, keimanan, seni, dan keikhlasan ternyata memainkan peran penting dalam menyeimbangkan sistem saraf, yang berdampak langsung ke sistem imun tubuh.

Latihan Beban: Kunci di Usia 40+

Menurut  Ade Rai, “Masalah kesehatan di Indonesia bukan semata obesitas, tapi under-muscle alias kekurangan massa otot.” Penurunan 1% massa otot tiap tahun setelah usia 40 dapat menyebabkan penurunan 3-5% kekuatan, dan hingga 10% kecepatan serta kelincahan.

Latihan beban menjadi kunci untuk memperlambat proses penuaan (pro-aging) dan menjaga metabolisme tetap optimal. Sayangnya, latihan beban masih diasosiasikan dengan anak muda dan narsistik, padahal justru lansia yang paling membutuhkan.

Intermittent Fasting dan Pola Makan Alami

Tren intermittent fasting disebut sebagai strategi sederhana, murah, dan alami dalam memperbaiki metabolisme tubuh. Dengan mempersempit jendela makan, tubuh memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan proses alami seperti autophagy—daur ulang sel tua menjadi energi baru.

Ade Rai juga mengingatkan tentang bahaya konsumsi makanan ultra-proses yang tinggi gula, rendah serat, dan tinggi risiko inflamasi. Memilih makanan alami seperti sayur, buah, dan protein utuh jauh lebih menguntungkan tubuh dalam jangka panjang.

Arya, Sebuah Pelajaran Nyata

Kisah Arya, anak yang pernah mencapai berat 198 kg dan menjalani operasi lambung (bariatric surgery), menjadi pengingat nyata. Ade Rai menekankan, operasi hanya solusi terakhir ketika sudah darurat. Yang paling penting adalah peran keluarga sejak awal, mulai dari kehamilan, asupan gizi, hingga membiasakan anak untuk aktif bergerak.

Investasi Terbaik adalah Perubahan Perilaku

Perubahan kebijakan kesehatan idealnya mengarah ke hulu, bukan hilir. Seperti yang dilakukan pemerintah Singapura, yang lebih mendorong warganya untuk banyak jalan kaki ketimbang fokus pada rumah sakit. Menurut Ade Rai, “Merubah perilaku bukan soal waktu, tapi soal pemahaman.”

Kesehatan adalah tanggung jawab pribadi. Pemerintah boleh menyediakan fasilitas, tetapi nasib kesehatan tetap ada di tangan masing-masing individu. Kuncinya: makan dengan bijak, gerak dengan konsisten, dan berpikir dengan tenang.


Sumber:

Wawancara Podcast Rhenald Kasali bersama I Gusti Agung Rai Kusuma Yuda ( Ade Rai)
Topik: Sederhana, Tapi Banyak yang Gagal Paham

https://www.youtube.com/watch?v=gOBq0pKRTbA


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup dalam Waktu Tuhan: Belajar Mengenali Kronos dan Kairos

Hidup Bagi Tuhan: Renungan dari Penderitaan Raja Hizkia

Diet yang Menyenangkan: Rahasia Langsing Tanpa Tersiksa