SAAT TEDUH #8 JULI 2020
2 Raja-raja 4:1-7
Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."
Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"
Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."
Pelajaran bagi saya adalah:
- Ketika mengalami persoalan/masalah hidup, datang kepada Tuhan saja itu belum cukup harus disertai dengan kesediaan dan ketaatan mengikuti perintah-Nya. Biasanya doa yang tidak terjawab bukan Tuhan yang tidak mendengar, tetapi kegagalan saya untuk sedia dan taat melakukan kehendak-Nya.
- Belum cukup sampai disini. Doa yang yang terjawab untuk setiap persoalan adalah bukan untuk kesenangan diri, kepuasan diri dan ketentraman diri. Disini masih ada bagian saya lagi, perlu satu langkah lagi mengamati dan mengalami pemberian Kasih Karunia-Nya dengan cuma2 ketika Dia menebussaya di kayu Salib, lalu pergi menceritakan-Nya. Kemudian barulah saya hidup dengan selebihnya. Belajar mencukupkan diri.
Karena kepuasan saya bukan pada apa yang Tuhan berikan, tetapi puas dengan Diri-Nya sendiri.
Selamat beraktifitas teman2....🙏
Komentar
Posting Komentar