JANGAN MENJADI BENALU-Simbiosis Parasitisme
Di dalam hubungan, cerdas-cerdaslah untuk melihat apakah hubungan ini jadi berkat bagi Anda atau malah membuat jiwamu kering. Ada teman-teman yang kalo kita ketemu dengan mereka, pembicaraannya itu menggangu hati kita. Pembicaraannya itu merusak pikiran kita. Omongan-omongan kotor mereka terekam di alam bawah sadar kita, bahkan bahayanya apabila mereka mulai memaparkan hal-hal yang najis dan kotor kepada kita.
Orang-orang yang jadi parasit dalam hidup kita yang hanya menumpang hidup seperti benalu tapi tidak punya kontribusi apa-apa.
Firman Tuhan berkata dalam 2 Tesalonika 3:7-8,10
3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu.
3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
Ada hubungan-hubungan yang tidak layak dipertahankan. Hubungan yang menciptakan ketergantungan untuk kelangsungan hidup. Teman-teman yang hanya memanfaatkan kita, bawahan yang tidak produktif, orang-orang pemalas yang bermental pengemis. Karyawan yang setia adalah aset yang baik, tetapi karyawan lama yang tidak produktif adalah beban.
Dan saya mau bilang begini, membiarkan adalah kesalahan, kasih itu mendidik!
Amsal 27 ayat 5 berkata :
27:5 Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.
Kalau Anda sayang kepada anak-anakmu, kalau Anda sayang kepada karyawan-karyawanmu, didiklah mereka sejak muda. Jangan dibiarkan mereka malas dan jadi beban. Jangan biarkan orang-orang jadi benalu dalam hidup mereka. Kita harus mendidik dengan kasih. Yesus saja di dalam beberapa ayat Dia marah keras kepada murid-muridnya. Dengar baik, lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi.
Saya pernah melihat sebuah keluarga dimana orangtuanya begitu memanjakan anaknya, apa yang terjadi? di masa tuanya, anak-anaknya itu malah menjadi beban bagi dia. Bahkan di hari tua rentannya dia masih harus bekerja untuk menghidupi anak-anaknya.
Kalau Anda sayang kepada anak-anakmu, didiklah mereka. Supaya mereka bisa belajar menjadi orang yang berkualitas, jadi orang yang bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Karena kita tidak akan selamanya bersama dengan mereka.
Amsal 13:18 berkata :
Kemisikinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.
Banyak orang nggak mau diajar, banyak orang nggak mau diberi tahu, pada akhirnya hidup mereka jadi benalu. Seandainya kita bijaksana, kita terima didikan, kita tidak gampang menyerah, tidak mudah sakit hati, tapi kita mengerti didikan akan membawa faedah yang baik kalo kita menanggapinya dengan positif.
Dengar baik, belajarlah untuk hidup tidak jadi beban. Jangan jadi benalu buat hidup orang lain.
Ada lagi hubungan yang tidak layak dipertahankan yaitu pergaulan yang memberi pergaruh buruk.
1 Korintus 15:33
Janganlah kamu sesat : Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaaan yang baik.
Tahukah Anda hal yang buruk itu tidak usah dipelajari. Anak dari lahir tidak usah diajari bohong bisa bohong. Anak dari lahir tidak pernah di ajari berantem bisa berantem. Tapi untuk sesuatu yang baik perlu dipelajari dan perlu dijaga.
Dengar baik, jangan sampai kita mempertahankan hubungan-hubungan yang salah.
Komentar
Posting Komentar