Ketika Ketakutan Melanda, Ingatlah Tiga Hal Ini
Setiap orang pernah berhadapan dengan ketakutan. Tidak ada satu pun manusia yang kebal terhadap rasa takut. Ada yang takut kehilangan pekerjaan, takut akan masa depan, takut gagal dalam bisnis, takut sakit, bahkan ada yang takut kehilangan orang yang dikasihi. Rasa takut itu wajar, sebab kita adalah manusia yang penuh keterbatasan. Namun, yang tidak wajar adalah ketika kita memilih untuk hidup di bawah kendali ketakutan itu.
Sebenarnya, rasa takut sering kali menunjukkan apa yang paling kita genggam dalam hidup ini. Di titik itulah iblis berusaha menyerang, namun justru di area itu juga Tuhan mengajar kita untuk percaya dan beriman. Pertanyaannya: bagaimana kita harus menyikapi ketakutan yang datang? Firman Tuhan mengingatkan kita untuk mengingat tiga hal penting ini ketika rasa takut melanda.
1. Kita Memiliki Tuhan yang Kuat dan Berkuasa
Ketakutan sering muncul ketika kita merasa lemah, tidak berdaya, dan tidak mampu mengendalikan keadaan. Ada banyak hal yang memang di luar kendali kita, namun bukan berarti hidup ini tanpa pegangan. Efesus 1:19 berkata, “Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.”
Tuhan kita bukan hanya kuat, tetapi juga berkuasa. Kekuatan tanpa kuasa tidak ada gunanya, dan kuasa tanpa kekuatan juga sia-sia. Tetapi Tuhan yang kita sembah memiliki keduanya sekaligus: Ia kuat dan Ia berkuasa.
Ketika rasa takut menghampiri, jangan berdiam diri. Bawalah semua ketakutan itu ke dalam doa. Filipi 4:6-7 mengingatkan, “Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Maka damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
Dengan kata lain, setiap kali kita merasa takut, sebenarnya itu adalah panggilan untuk berdoa. Saat kita berdoa, kita mengingatkan diri sendiri bahwa kita memiliki Allah yang lebih besar daripada semua masalah dan ketakutan kita.
2. Tuhan Itu Dekat
Mazmur 145:18 berkata, “Tuhan dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya, kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.”
Ketakutan sering kali membuat kita merasa sendirian, seolah-olah tidak ada yang peduli dan tidak ada yang bisa menolong. Padahal kebenarannya jelas: Tuhan tidak pernah jauh dari anak-anak-Nya. Dia hanya sejauh doa.
Yesaya 41:10 menegaskan, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Menyadari kehadiran Tuhan di sisi kita akan mengubah cara kita menghadapi rasa takut. Seperti seorang anak kecil yang berani berdiri di depan binatang buas karena tahu ia bersama ayahnya, demikianlah kita dapat menghadapi berbagai ancaman hidup karena kita sadar bahwa Bapa Surgawi selalu beserta kita.
3. Ketakutan Dapat Membuat Kita Jatuh dalam Dosa
Bahaya terbesar dari ketakutan bukan hanya perasaan tidak nyaman, melainkan keputusan salah yang bisa lahir darinya.
Alkitab memberi banyak contoh. Petrus, karena takut ditangkap, menyangkal Yesus tiga kali (Matius 26:73-74). Pilatus, karena takut pada desakan orang banyak, akhirnya menyerahkan Yesus untuk disalibkan (Markus 15:15). Saul, karena takut bangsa Filistin, mempersembahkan korban bakaran dengan melanggar perintah Tuhan (1 Samuel 13:5-12).
Ketakutan dapat membuat orang berbohong, menipu, melakukan korupsi, atau bahkan meninggalkan imannya. Ketakutan ibarat kabut tebal yang membuat pandangan kita seolah gelap, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa di balik kabut itu. Jika kita membiarkan diri dikuasai oleh ketakutan, kita bisa terjerumus dalam tindakan yang melawan kehendak Allah.
Hidup dalam Keyakinan, Bukan dalam Ketakutan
Rasa takut adalah bagian dari hidup, tetapi kita tidak diciptakan untuk diperbudak oleh ketakutan. Ingatlah tiga hal ini setiap kali ketakutan datang:
-
Kita memiliki Tuhan yang kuat dan berkuasa.
-
Tuhan itu dekat dan selalu menyertai.
-
Ketakutan bisa membuat kita jatuh dalam dosa, maka kita harus melawannya dengan iman.
Jangan biarkan ketakutan mengambil alih hidup kita. Saat rasa takut melanda, datanglah kepada Tuhan, serahkan segala kekhawatiran, dan biarkan damai sejahtera-Nya yang memelihara hati kita. Sebab Yesus Kristus adalah Allah yang setia, yang tidak pernah gagal, tidak pernah terlambat, dan selalu sanggup menolong kita tepat pada waktunya.
Komentar
Posting Komentar