Apa yang Sedang Yesus Lakukan Saat Ini?
Banyak orang Kristen mengenal Yesus sebagai Juruselamat yang mati di kayu salib, bangkit pada hari ketiga, lalu naik ke surga. Namun sebuah pertanyaan penting sering kali jarang direnungkan secara mendalam: apa yang Yesus lakukan sekarang? Apakah karya-Nya sudah selesai? Apakah Ia hanya “menunggu” sampai hari kedatangan-Nya kembali?
Alkitab memberikan jawaban yang sangat kuat dan penuh pengharapan. Yesus tidak pasif. Ia tidak berhenti bekerja. Justru, setelah kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga, pelayanan Yesus memasuki dimensi yang lebih besar dan kekal.
Dipilih dan Ditetapkan di Dalam Kristus
Efesus 1:4–5 menyatakan bahwa sebelum dunia dijadikan, Allah telah memilih kita di dalam Kristus supaya kita hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih, Allah telah menentukan kita untuk diangkat menjadi anak-anak-Nya melalui Yesus Kristus.
Frasa “di dalam Kristus” bukan sekadar ungkapan rohani. Itu adalah kunci identitas dan dasar pengharapan kita. Jika Allah menetapkan kita di dalam Kristus, maka Kristus pasti terus bekerja agar rencana Allah itu tergenapi dalam hidup kita—bukan hanya di masa lalu, tetapi juga hari ini.
Yesus Memerintah sebagai Raja
Kolose 3:1 menyatakan bahwa Kristus duduk di sebelah kanan Allah. Dalam tradisi Alkitab, duduk di sebelah kanan bukan berarti beristirahat, melainkan posisi otoritas dan pemerintahan. Ini ditegaskan kembali dalam Efesus 1:20–22, bahwa Kristus ditinggikan jauh di atas segala pemerintah, penguasa, dan kuasa apa pun.
Kebangkitan dan kenaikan Yesus bukanlah akhir pelayanan-Nya, melainkan penobatan-Nya sebagai Raja. Tugas-Nya sebagai manusia di bumi telah selesai, tetapi pemerintahan-Nya sebagai Raja yang kekal sedang berlangsung.
Kebenaran ini memberi penghiburan besar:
Hidup kita tidak dikendalikan oleh keadaan.
Masa depan kita tidak ditentukan oleh krisis, masalah, atau ketidakpastian.
Ada Raja yang memegang kendali penuh atas hidup kita.
Gereja dan umat Tuhan tidak berjalan tanpa arah. Ada Gembala Agung yang tetap memimpin, mengatur, dan menjaga umat-Nya sampai hari ini.
Yesus Mendoakan Kita sebagai Imam Besar
Ibrani 7:25 menyatakan bahwa Yesus hidup senantiasa untuk menjadi pengantara bagi kita. Artinya, Yesus tidak hanya memerintah dari takhta-Nya, tetapi juga melayani dalam hadirat Allah.
Roma 8:34 menegaskan bahwa Kristus yang telah bangkit duduk di sebelah kanan Allah dan menjadi pembela bagi kita. Ini adalah kebenaran yang sering kali diremehkan, padahal dampaknya sangat besar bagi iman kita.
Bayangkan keyakinan yang muncul ketika kita tahu ada seseorang yang terus mendoakan kita. Apalagi jika Pribadi itu adalah Anak Allah sendiri. Saat iman kita melemah, doa kita terasa kering, hati kita letih, dan tubuh kita ingin menyerah—Yesus tidak pernah berhenti bersyafaat bagi kita.
Ada kutipan yang mengatakan bahwa seandainya Yesus berhenti mendoakan kita walau hanya sesaat, kita bisa jatuh. Tetapi kabar baiknya: Ia tidak pernah lelah mendoakan kita.
Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita?
Jika Allah membela kita, siapa yang dapat menjatuhkan kita?
Yesus Membentuk Kita Menjadi Anak-anak Kerajaan Allah
Efesus 1:5 menegaskan bahwa dalam kasih, Allah menentukan kita menjadi anak-anak-Nya melalui Yesus Kristus. Keselamatan bukan hanya tentang lolos dari hukuman dosa, tetapi tentang masuk ke dalam keluarga Allah.
Ini bukan sekadar pengampunan, melainkan adopsi rohani—dan itu adalah kehormatan tertinggi yang Yesus tawarkan. Kita tidak hanya diampuni; kita dikasihi. Kita bukan sekadar hamba; kita adalah anak.
Sayangnya, banyak orang hidup seolah-olah mereka hanya “orang yang diampuni”, tetapi tidak pernah benar-benar hidup sebagai “orang yang dikasihi”. Mereka percaya dosanya dihapus, tetapi tidak percaya bahwa Allah sungguh-sungguh mengasihi mereka.
Melalui Yesus:
Identitas kita dipulihkan
Luka batin kita disembuhkan
Masa depan kita sedang dipersiapkan dengan penuh kasih
Yesus adalah Anak Sulung dalam Kerajaan Allah, dan kita diangkat menjadi anak-anak kerajaan bersama Dia.
Yesus Masih Aktif Bekerja Hari Ini
Dari kebenaran firman Tuhan, kita melihat dengan jelas apa yang Yesus lakukan saat ini:
Ia memerintah sebagai Raja atas hidup kita.
Ia mendoakan kita sebagai Imam Besar, menjadi pembela dan pengantara.
Ia membentuk kita sebagai anak-anak Kerajaan Allah, memulihkan identitas dan masa depan kita.
Apa pun yang sedang kita hadapi hari ini, kita tidak sendirian. Kita memiliki Pribadi yang peduli, berkuasa, dan setia—Pribadi dengan otoritas tertinggi, kuasa terbesar, dan kasih terdalam.
Nama-Nya adalah Yesus.
Dan satu hal yang perlu selalu kita ingat:
Surga penuh kasih sedang memperhatikan hidup kita.
Komentar
Posting Komentar