Kembali ke Eden: Menemukan Rencana Tuhan dalam Teman Hidup
Sejak awal penciptaan, Tuhan menyatakan sesuatu yang sangat penting tentang manusia: tidak baik manusia seorang diri. Pernyataan ini bukan muncul karena manusia mengeluh, merasa kesepian, atau meminta pasangan, tetapi karena Tuhan sendiri melihat kebutuhan terdalam manusia. Di tengah segala ciptaan yang dinilai “baik”, bahkan “sungguh amat baik”, ada satu kondisi yang disebut “tidak baik”, yaitu ketika manusia berjalan sendirian tanpa penolong yang sepadan. Ini menunjukkan bahwa hubungan dan kebersamaan adalah bagian dari rancangan ilahi, bukan sekadar kebutuhan emosional manusia. Teman hidup bukanlah ide budaya, tren zaman, atau hasil dorongan perasaan sesaat. Ia adalah gagasan Tuhan sendiri, yang lahir dari kasih dan tanggung jawab-Nya atas kehidupan manusia. Sebelum manusia menyadari kebutuhannya, Tuhan telah lebih dahulu merencanakan pemenuhannya. Namun Tuhan tidak memaksakan kehendak-Nya. Ia menuntun manusia melalui proses kesadaran, pertumbuhan, dan tanggung jawab, hingga manusia...