Bagaimana Menjadi Pribadi yang Tidak Mudah Sensitif?
Wanita-wanita cantik, untuk jadi pribadi yang dikangenin Tuhan itu nggak susah-susah. Nggak perlu ikut seminar jauh-jauh ya cukup di kitanya aja, mau nggak gua berubah? Waktu kita mau berubah Tuhan perhitungkan semua loh. Karena dihadapan Tuhan nggak ada ya nggak bisa berubah, gunung aja bisa dipindahkan, masa karakter nggak bisa dirubah? hanya intinya mau nggak berubah?
Matius 27: 28 - 30
Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!" Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.
Ingat waktu Tuhan mau disalibkan nggak main-main loh diludahi, ditonjok, dipukul, dicambuk mengerikan sekali. Yang jadi pertanyaan apa Tuhan Ngambek nih sama orang-orang seperti yang mereka lakukan ini kepada Tuhan? Apa Tuhan bilang tunggu tanggal mainnya ya? nanti kau akan merasakan balasannya. Enggak tuh! karakter Tuhan yang paling menonjol adalah tidak over sensitif. Tapi seringkali kita sebagai wanita-wanita Kristen ngakunya wanita kristen, pengennya sih segambar dengan Tuhan, kalau nyanyi "Ku Mau SepertiMu Yesus" tapi gampang tersinggung, pundung, gampang lebay. Hidup ini nggak selalu happy-happy, hidup ini banyak tantangan, kalau gampang tersinggung karena suami ngomong kasar atau mungkin anak nggak memperhatikan engkau, nggak akan pernah kita menjadi pribadi yang disayangi sama Tuhan. Pribadi yang dikangenin oleh Tuhan. Yesus Anak Allah loh, nggak ada tuh pakai tersinggung sedikitpun. Tapi seringkali kita gampang tersinggung mungkin kita merasa dia nggak tahu saya siapa ya?! Hanya gara-gara misalnya nggak diperhatikan ya mungkin dalam komunitas kurang dihargai, kurang diperhatikan nggak di salam waktu datang, nggak dianggap dalam pekerjaan kita, kita mulai tersinggung. Ya udah kalau begini caranya saya pindah aja ke tempat lain! Sampai kapan seperti itu, karena sebelum kita menang dalam hal itu tidak akan pernah tuh kita bisa naik kelas. Percayalah, kita akan diperhadapkan dengan orang-orang yang selalu menyinggung perasaan kita. Sampai kapan kita mau lari? Sampai kapan kita pindah tempat lagi ? Karena waktu kita belajar untuk menerima segala sesuatu itu dengan tidak tersinggung di sana kita naik kelas kita akan menjadi orang yang dikangenin oleh Tuhan.
Yohanes 9:1-3
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
Ini adalah perkataan yang penuh Hikmat. Kadang-kadang kita bukan gak disukai karena kita kurang cantik atau kurang kaya atau orang pintar, tapi seringkali kita punya mulut agak sompral, ngomong seenak perutnya aja, kita enggak merasakan perasaan orang lain atau mendengar omongan kita. Makanya ngak heran orang gak suka dengan kita. Kalau dilihat penampilan oke lah, ya cantik keren pokoknya gaya ya. Kalau ngelihat dia punya pendidikan Wow siapa Nggak kagum S-1, S-2, es lilin, es mambo, es jeruk pokoknya lengkaplah sarjananya. Tapi waktu mulai ngomong, gampang nyakitin orang, suka terlalu nyelekit, blak-blakan. Boleh blak-blakan, tapi musti ada dong koridor-koridor nya kalau emang itu membuat orang terluka. Kenapa harus kita bicarakan?. Karena pribadi yang di kangenin itu seperti Yesus. Dia bilang bukan salah dia bukan salah Papanya tapi melalui apapun yang dialami nama Tuhan dipermuliakan.
Ada 7 karakter Yesus yang membuatnya disayangi oleh Bapa, dikangenin. Wanita-wanita, hari ini Mari kita koreksi yakinkah kita menjadi pribadi yang dikangenin oleh Tuhan? atau yang ada kita malah membuat Tuhan merasa sangat-sangat tidak Happy. Bukan karena kita miskin, bukan karena kita jelek, bukan karena kita bodoh, bukan karena kita tidak menarik, No! Tuhan kita bukan Allah yang melihat atribut, Dia bukan Allah yang melihat casing tapi Dia melihat hati kita. Makanya hari ini kalau mengalami perkara besar seperti Samuel mengalami perkara besar seperti Ester, mengalami perkara seperti Yusuf , yuk kita koreksi karakter kita selama ini yuk. Apakah kita sudah menjadi pribadi yang cooler, penyejuk? orang rasanya nyaman dekat dengan kita. Apakah kita sudah menjadi pribadi yang helpful? What can I do for you ya ndak usah malu untuk menawarkan kebaikan karema berbuat baik tidak akan sia-sia, pada waktunya kita akan menikmati hasilnya.
Tolong orang bukan tergantung siapa dia. Kita lihat orang itu butuh pertolongan. Kenapa tidak?! Ester notabenenya bukan wanita hebat, Ester notabenenya adalah anak yatim piatu budak. Tapi akhirnya karena dia pribadi yang sangat menyenangkan Ahasyweros sangat suka melihat dia, apalagi Tuhan kita makanya sampai satu bangsa bisa diselamatkan melalui seorang wanita yang notabenenya bukan siapa-siapa.
Hari ini mari kita koreksi, karena Tuhan mau kita menjadi pribadi-pribadi yang disukai, yang dikangenin. Karena melalui hidup kita nama Tuhan pasti di permuliakanlah. Ibu-ibu wanita-wanita cantik ayo kita introspeksi hari ini jadilah seperti Yesus, hidup bukan hanya milik orang-orang tertentu. Setiap kita bisa menjadi pribadi yang memiliki karakter Yesus, hanya masalahnya mau atau tidak?
Oke kita berdoa yuk,
Terima kasih Allah kami yang baik apapun yang kami baca hari ini, kami mau mengintrospeksi diri kami. Karena kalau kami hanya disukai oleh manusia itu terbatas dengan penampilan kami, dengan uang kami dengan harta kami dengan popularitas kami. Tapi jika kami disukai oleh Tuhan ini modal kami untuk mengalami perkara-perkara besar. Terima kasih Tuhan kami yang baik, kami serahkan hidup kami dalam tangan-Mu dan berkati wanita-wanita yang membaca pada saat ini. Dalam nama-Mu kami mengucap syukur haleluya, Amin.
Komentar
Posting Komentar