HATI YANG BERPUSAT KEPADA KEHENDAK ALLAH
1 Yoh 1:3.... Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
Tentu bagian ini sudah sangat sering kita dengarkan, tetapi ketika coba kita perhatikan kembali dengan teliti maka akan ditemukan rahasia besar tentang hati yang berpusat kepada kehendak Allah.
Bagian ini menyangkut mengenai respons setiap orang pada saat firman itu datang kepadanya entah melalui orang lain ataupun pada saat membaca Alkitab. Menjadi orang percaya itu satu sisi dan ada dalam persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya adalah sisi yg lain.
Dalam bagian ini kita menemukan kata 'lihat dan dengar.' Lihat dan dengar berkaitan dengan Indra pelihat dan Indra pendengaran.
Pertanyaan yg muncul.., apakah bagian ini secara hurufiah menyangkut masalah Indra penglihatan dan Indra pendengaran kita ....? Bagaimana dgn org buta sejak lahir ...? Bagaimana dgn org tuli sejak lahir....? Apakah mereka bisa melihat..? Apakah mereka bisa mendengar ...? Apakah saya dapat mengambil kesimpulan orang buta dan tuli tidak mendapat bagian dalam kerajaan sorga ....?
Saya teringat mengenai 2 org murid Yesus yang sedang berjalan menuju ke sebuah kampung yang bernama Emaus (Luk 24:16) Dimana mereka tentu mengenal Yesus. Mereka mengenal suaranya.., mengenal bentuk fisiknya dan bagaimana Yesus berbicara, tetapi apakah mereka benar-benar melihat Dia ....? Apakah mereka benar-benar mengenal-Nya ....? Ya mereka memang murid Yesus tetapi mereka ternyata tidak melihat Yesus, mereka tidak mendengar Yesus berbicara, mereka melihat dan mendengar seperti orang lain yang berbicara. Lalu bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi...? Murid tetapi bukan murid, percaya tetapi tidak percaya, melihat tetapi tidak melihat, mendengar tetapi tidak mendengar, bukankah kedua murid Yesus itu dapat melihat dan mendengar ...?
Pertanyaan yang sangat perlu untuk saya tanyakan kepada diri saya adalah: apakah saya sedang dan telah melihat Yesus...? Apakah saya telah dan sedang mendengar Dia berbicara...?
Tahapan ini adalah tahapan yang paling dasar di dalam penggiringan akan Kristus. Jikalau perhatian saya teralihkan, maka pasti ada yang lebih penting dibanding Kristus.
Saya menyadari bahwa ini begitu sangat rumit untuk diselami karena hal ini menyangkut masalah Kristus yg menjadi pusat.
Dimasa- masa sekarang ini, begitu banyak berita-berita atau tekanan hidup atau kebutuhan hidup yang dapat menyebabkan mata saya tidak lagi melihat Kristus, telinga saya tidak lagi mendengar suara-Nya. Lalu bagaimana mungkin saya dapat berkata saya akan memberitakan tentang Dia....? saat mata tidak melihat Dia lagi dan telinga tidak mendengar Dia lagi maka bisa dipastikan saya akan diam dan tidak berbuat apa-apa. Itu berarti saya menjadi mati, saya hanya berpusat kepada diri sendiri dan keluarga sepanjang hari saya hanya akan mengasihani diri sendiri dan keluarga saya. Ini adalah penggiringan akan Kristus yang sangat dangkal. Bukan berarti keluarga tidak menjadi penting tetapi yang sesungguhnya terjadi ialah saya telah menjadi Ateis praktis. Saya meragukan Allah dalam pemeliharaan Nya. Saya sanggup bersyukur saat semua kebutuhan saya terpenuhi seperti dulu. Penderitaan adalah bagian dalam pengiringan akan Kristus dan ini tidak dapat dipisahkan, tetapi di dalam kesusahan dan penderitaan pun orang-orang benar akan tetap bersukacita karena dilayakkan oleh Dia untuk bersekutu di dalam penderitaan-Nya (Filipi 3:10,11).
Ketika saya memperhatikan perjalanan hidup Ayub, maka tidak ada alasan bagi penderitaan atau kesusahan yang sebenarnya dapat menghampiri dia karena Ayub adalah orang yang saleh dan jujur (Ayub 1:1) tetapi toh penderitaan dan kesusahan tetap menggerogoti dia, dan Ayub tidak menyalahkan Allah dalam hal ini, karena matanya dan telinganya selalu terpusat kepada Kristus dan bukan dunia ini. Apakah saya pernah atau sedang ada dalam kesusahan...? Tetapi saya berfikir kesusahan yang saya alami belum sesusah Ayub. Lalu apakah Saya masih dapat bersyukur dan tidak menyalahkan apapun dan siapa pun dimasa yang sulit ini ...?
TYB...
Komentar
Posting Komentar